Di Indonesia banyak sekali
suku dan budaya asli masyarakat yang tersebar dari ujung Sabang hingga ujung
Merauke, ribuan suku asli Indonesia tersebar dengan ciri khas masing-masing,
salah satunya adalah suku asli Lombok yang dikenal suku Sasak. Di
Pulau Lombok masih banyak dijumpai masyarakat tersebut dengan budayanya yang
khas. Salah satunya adalah rumah suku Sasak seperti lumbung padi, yang dibangun
dengan menggunakan bahan alami seperti kayu dan rotan. Lantainya adalah tanah
yang dipadatkan dan pintu masuknya pas seukuran tubuh orang dewasa dan agak
sedikit merunduk ketika melewatinya.
Lumbung padi atau yang disebut juga sakempat oleh masyarakat sasak
ini, menjadi bangunan yang bernilai penting bagi suku Sasak di Lombok. Bahkan, pemerintah daerah setempat
menggunakan lumbung tersebut sebagai bagian dari lambang resmi Kabupaten Lombok
Tengah.
Suku Sasak menjadi penduduk mayoritas di Pulau Lombok. Mereka masih menjunjung tinggi tradisi yang sudah turun temurun diwariskan oleh nenek moyang mereka. Salah satu yang masih dijaga adalah lumbung padi, Tempat para pria suku Sasak menyimpan hasil bumi setelah panen.
Masyarakat suku Sasak memang rata-rata berprofesi sebagai petani. Para pria akan pergi ke ladang atau sawah, sementara para wanita tinggal di rumah menenun kain dan membuat kerajinan tangan untuk dijual kepada para wisatawan.
Atap bangunan lumbung yang dibuat tinggi ternyata ada alasannya. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari bila ada banjir, atau hama tikus. Sehingga hasil panen yang disimpan di sana akn tetap aman.
Suku Sasak menjadi penduduk mayoritas di Pulau Lombok. Mereka masih menjunjung tinggi tradisi yang sudah turun temurun diwariskan oleh nenek moyang mereka. Salah satu yang masih dijaga adalah lumbung padi, Tempat para pria suku Sasak menyimpan hasil bumi setelah panen.
Masyarakat suku Sasak memang rata-rata berprofesi sebagai petani. Para pria akan pergi ke ladang atau sawah, sementara para wanita tinggal di rumah menenun kain dan membuat kerajinan tangan untuk dijual kepada para wisatawan.
Atap bangunan lumbung yang dibuat tinggi ternyata ada alasannya. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari bila ada banjir, atau hama tikus. Sehingga hasil panen yang disimpan di sana akn tetap aman.
Nice.
BalasHapusBagus sekali adinda.. terus dikembangkan
BalasHapusKarya yg luar biasa
BalasHapusSangat bermanfaat...
BalasHapusSuatu tradisi yang indah apabila terus dikembangkan terimakasi informasinya☺
BalasHapusInfo yang bagus.. menambah wawasan terimakasih..
BalasHapusInfo yang bagus.. menambah wawasan terimakasih..
BalasHapusPatut dipertahankan
BalasHapusPatut dipertahankan
BalasHapusPatut dipertahankan
BalasHapuskeren min.. btw itu cuma miniaturnya doang ya?
BalasHapuskok tau gan?
Hapustrimakasih atas kritik
BalasHapusdan saranya🙏🙏
Sangat menarik artikel nya min. Terus sebarkan informasi seperti ini lagi min.
BalasHapus